WELCOME to MY BLOG

WELCOME to MY BLOG
0

Belajar Memaknai

Posted by Achmad Rizal on 20.12


Saya rasa memang benar bahwa keETOSan seseorang itu masih setengah, dan setengahnya lagi baru bisa diunduh saat dia mengikuti Temu Etos Nasional; bersama berbagi, berlomba dalam kebaikan

Siapa yang tidak rindu akan sebuah perjumpaan yang begitu berarti dengan orang-orang yang sangat luar biasa dari penjuru nusantara. Sudah beberapa bulan raga ini dipisahkan dengan teman-teman seperjuangan Etos se-Indonesia sejak Temu Etos Nasional (TENs) 2013 kemarin. Siapa sangka TENs ternyata memberi banyak kesan yang luar biasa kepada setiap individu yang mengikutinya, khususnya saya sendiri yang benar mengakui keampuhan TENs dalam menyulap saya menjadi pribadi yang lebih baik. Saya mungkin tidak akan menjadi orang yang sering bermuhasabah, bertafakur, dan selalu semangat dalam menebar kebermanfaatan kepada orang-orang dan lingkungan sekitar jika saya tidak mengikuti TENs 2013 kemarin.
Sebuah momentum yang benar-benar membuat saya banyak menunduk dan berpikir akan sebuah kenikmatan yang selama ini banyak saya inkari, astaghfirullah. Ternyata masih banyak di luar sana orang-orang yang senantiasa bersemangat tinggi dalam menempuh pendidikan ini namun apadaya mereka tak punya cukup biaya. Banyak orang yang harus mengais sampah seharian untuk mendapatkan sepiring nasi tiap harinya demi mempertahankan hidupnya. Sedang saya disini, dalam naungan Beastudi Etos-Dompet Dhuafa Surabaya masih sering melupakan nikmat beasiswa yang saya dapatkan ini. Padahal kalau dilihat ulang, dari mana para etoser mendapatkan uang saku setiap bulannya. Bukankah dari mereka yang di luar sana yang dengan ikhlas menyumbangkan hartanya untuk sebuah harapan akan kemajuan bangsa lewat tangan-tangan pemuda penerima manfaatnya, dan mungkin sebagian dari mereka bahkan merupakan orang-orang yang sedang dalam kesusahan ekonomi namun juga ingin menaruh harapan kepada para etoser untuk menebar kebernanfaatan dan menyumbangkan kemajuan di negeri ini. Wallahua’lam. Dana zakat yang diberikan kepada etoser memang bukan hal yang main-main. Masihkan kita selalu berada dalam zona nyaman kita, menghabiskan uang dalam hal yang kurang diperlukan. Masihkan kita selalu bermalas-malasan dalam belajar dan mengabdikan diri ke masyarakat. Sudahkan kita ini menjadi muslim yang berprestasi. Mari menundukkan kepala, berpikir bahwa ternyata kita ini manusia yang masih banyak berlumuran dosa dan lupa bersyukur akan nikmat Allah SWT.
Negarawan Muda Belajar Merawat Indonesia. Bagi saya satu kalimat ini sangat membawa saya pada kesadaran tentang arti sebuah khalifah di muka bumi ini. Sadar atau tidak, kita ini adalah orang-orang yang diharapkan menjadi tumpuan bangsa masa depan, menjadi tonggak keberhasilan bangsa dalam menyongsong era modernisasi dan menjadi seorang negarawan yang sadar akan pentingnya merawat Indonesia. Negarawan dimaknai dalam arti yang luas merupakan seorang yang penuh kontribusi dengan segala kemampuan, bakat dan skill yang dimiliki, mampu dan siap memberikan manfaat kepada khalayak umum dan diri sendiri untuk membangun suatu capaian yang besar. Sudahkah kita berpikir jauh kedepan akan jadi apa kita kelak di tahun 2025, bahkan di tahun 2040 mungkin. Apakah kita sudah berpikir tentang bagaimana kita harus berbenah, bagaimana kita harus menggiring umat untuk senantiasa menyukseskan diri secara duniawai namun juga mengutamanakan kepentingan akhirat.
Mari bersama-sama meresapi sebenarnya kenapa kita ini dilahirkan. Saat banyak sperma yang berenang dalam rahim ibu, kenapa bukan sperma yang lain yang menembus dinding ovum ibu saat itu. Kenapa harus sperma cikal bakal kita yang mampu bertahan hingga terbentuklah kita sekarang sebagai sesosok manusia seutuhnya. Pasti Allah mempunyai maksud khusus memilih kita untuk dilahirkan di dunia ini.
Dalam Al-Quran Allah sudah menjelaskan bahwa sejatinya manusia dilahirkan untuk menjadi kholifah di muka bumi. Dulu umat Allah yang lain mengatakan tidak sanggup mengemban amanah untuk menjadi kholifah di muka bumi. Namun ternyata, manusialah yang menyanggupinya. Bukankah sebuah tugas yang amat berat saat kita harus berdiri mempertanggungjawabkan amalan kita selama di dunia kepada Allah kelak. Bukankah banyak ternyata umat islam yang masih harus masuk ke lembah neraka karena ketidakmampuannya dalam menjadi kholifah yang amanah. Kalau ingat ini, ingin saya meneteskan air mata. Saya merasa belum menjadi hamba yang taat dan masih sering terpaut akan kenikmatan duniawi yang begitu menggoda. Padahal kalau kita ingat kembali, nikmat duniawi itu hanya sesaat dirasakan dan bakal diambil kembali oleh Allah suatu saat nanti. Bukankah Allah sudah dengan jelas menjelaskan bahwa hari kiamat itu pasti datangnya. Tanpa kita tahu kapan, tiba-tiba hari itu akan datang, menelan seluruh jagat raya dan semua amalan akan dipertanggungjawabkan. Mau kemana kita berlari.
Saya jadi teringat saat saya duduk diantara ratusan etoser nusantara 2012 saat itu. TENs juga benar-benar mengingatkan saya akan arti sebuah ukhuwah islamiyah. Ternyata perjalanan Surabaya-Bogor dan Jakarta saat itu benar membawa saya mengenal arti keEtosan sebenarnya. Etoser itu bukan mahasiswa yang biasa-biasa. Mereka ditempa dengan berbagai banyak pembinaan yang tujuannya tidak lain untuk membentuk karakter kuat negarawan muda yang nantinya mampu menolong bangsa ini dan membangunkannya dari sebuah tidur panjang. Bukankah bangsa ini sedang krisis karakter? Begitulah yang saya ingat saat saya menerima materi Character Building dari Pak Erie Sudewo di awal hari mengikuti TENs 2013. 

Etoser Nusantara 2012

 Rayon de Vie, Etoser Surabaya 2012

Menjadi etoser itu memang bukan perkerjaan mudah. Sering saya merasa lelah dan mengeluh, merasa terlalu sibuk dengan banyaknya kegiatan pembinaan baik di di asrama maupun di masing-masing angkatan dan belum lagi ditambah kegiatan kampus dan perkuliahan setiap harinya. Layaknya sebuah mesin otomatis yang tidak pernah berhenti bekerja, setiap hari harus menjalani rutinitas yang padat. Namun apakah harus berhenti di sini? Padahal, sadar tidak, kalau kita menyibukkan diri dalam hal kebaikan, berarti kita sudah dimudahkan oleh Allah untuk bisa selalu jauh dari kemaksiatan. Ternyata Ini juga merupakan nikmat kalau kita resapi sekali lagi. Bersyukurlah karena banyak nantinya manfaat yang kita tebar saat kita melakukan kebaikan baik untuk diri kita maupun orang lain. Tidak ada yang sia-sia dengan apa yang kita lakukan. Pasti ada maknanya. Dan Allah akan memudahkan urusan orang-orang yang senantiasa bersimpuh di jalanNya.
Di TENs saya dikenalkan dengan teman-teman etos se-nasional. Ternyata saya sekarang tidak sendiri merasakan pembinaan-pembinaan Etos yang luar biasa ini. Kita sedang bersama-sama berjuang menegakkan agama Allah, bedanya hanya daerah Etos yang berbeda. Satu di Surabaya, satu di Medan, satu di Ambon, satu di Bogor, Bandung, Jogja, Malang, Jakarta, Padang, Aceh, Samarinda, Makassar dan Semarang. Tiga belas daerah yang ternyata kalau dijadikan satu menjadi sebuah kekuatan besar untuk membuat sebuah pergerakan dan merupakan keberagaman yang begitu indah. Saya rasa memang benar bahwa keETOSan seseorang itu masih setengah, dan setengahnya lagi baru bisa diunduh saat dia mengikuti Temu Etos Nasional.
Masih teringat kuat dalam benak saya akan semangat teman-teman dalam mengikuti serangkaian acara TENs dengan begitu antusias. Baik dari penampilan pensi, presentasi SDP, pertisipasi dalam forum Negarawan Muda, bahkan outbond sekalipun. TENs memang menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga dan begitu kuat menggoreskan kesan pada saya, dan saya rasa teman-teman Etoser nasional saat itu juga merasakan hal yang  sama. Mari senantiasa mengingat fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Karena kebaikan akan senantiasa membawa kita pada keridhoan Allah SWT. Bersama; berbagi, berlomba dalam kebaikan. Beastudi Etos: More than Excellent.


0

Globalisasi Kikis Kearifan Bangsa, Mahasiswa Angkat Tindakan?

Posted by Achmad Rizal on 23.27

              Berbicara mengenai kearifan Bangsa Indonesia berarti telah menyinggung pada ranah budaya bangsa, sebuah ranah yang memang berakar pada apa yang diikuti oleh orang banyak. Bangsa Indonesia memang memiliki banyak sekali potensi pada budayanya. Namun ini semua ternyata tak bertahan lama saat arus globalisasi masuk ke Indonesia. Mahasiswa dalam perannya sebagai agent of change ini lah yang berperan besar dalam bergotong royong, membangun kembali peradaban bangsa dengan penuh nilai seperti yang dianut oleh nenek moyang zaman dahulu.
Namun, apakah teori mahasiswa menambah tingkat respect orang terhadap kearifan bangsa ini benar? Mari sama-sama melihat betapa tragis saat ini, orang-orang telah melupakan lagu-lagu daerah dan kesenian daerah Indonesia. Mungkin banyak yang berpikiran bahwa bukan zamannya lagi melakukan arak-arakan memakai baju daerah pada saat hari besar nasional. Mungkin banyak yang bilang lagu rock dan pop sekarang yang paling cocok dengan gaya hidup pemuda , bukan lagi dengan lantunan lagu-lagu daerah.
Regenerasi bangsa yang menghilangkan sedikit demi sedikit budaya dan nilai luhur bangsa ini yang nantinya akan sedikit-sedikit mengikis peradaban sejarah dan jati diri bangsa kita. Sadar atau tidak, banyak negara yang sedang iri dengan kayanya budaya bangsa Indonesia. Mulai dari tariannya yang beribu macam, dari yang lemah gemulai hingga yang keras dan patah-patah, bahasa daerah yang beragam, suku dan budaya-budaya lain. Cerita rakyat yang penuh inspirasi lokal dan mengandung nilai kearifan moral pun juga perlahan terkikis oleh cerita fiktif dan sinetron televisi. Memang kita telah banyak kehilangan kearifan bangsa Indonesia.
Hilangnya budaya untuk berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, sopan santun dalam menyapa dan bersikap juga menjadi suatu ancaman yang kini menerpa kita. Mahasiswa yang digandrungi idealime yang kuat akan keinginan dan kemajuan seakan memakan peradaban zaman. Mengalihkan segala hubungan kekeluargaan menjadi hubungan dengan sosial media. Masuknya modernisasi ternyata menjadikan mahasiswa banyak yang lupa akan nilai luhur kearifan bangsa. Sekarang kita lihat, adakah mahasiswa yang tidak punya facebook, twitter, atau handphone? Mereka yang memang memilih hidup dalam dunia virtual akan merasakan kehilangan momentum bertegur sapa dan bersosial dengan khalayak banyak.
Nah, sekarang bagaimana aksi mahasiswa dalam menanggapi krisis kearifan bangsa ini? Ternyata dalam faktanya belum banyak yang menyinggung masalah ini. Seolah semua berlalu dan menganggap globalisasi berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi yang benar dirasakan dalam penerapannya di dunia perkuliahan dan keseharian. Banyak dari mahasiswa yang hanya fokus pada kemajuan teknologi pada satu sisi yakni mengikuti perkembangan zaman saja. Pada hakikatnya, jika disadari, budaya barat dalam hal ini, perlahan masuk ke dalam jiwa bangsa Indonesia. Coba simak dengan teliti. Berapa orang sekarang yang lebih suka lagu barat dibanding lagu daerah dan nasional. Bahkan hafalpun mungkin tidak.
Sejatinya, mahasiswa dalam peranannya amat ditunggu dalam membuat gebrakan dalam mengembalikan kearifan bangsa Indonesia. Sebenarnya tidak sulit kalau memang dianggap mudah dan dikerjakan bersama-sama. Budaya luar boleh masuk, namun bagaimana kita mem-filter-nya dengan baik. Dan memang globalisasi adalah hal yang tidak bisa ditolak kehadirannya. Kita boleh menyambut, namun disesuaikan lagi dengan kearifan budaya bangsa Indonesia. Mari bersama memaknai kearifan bangsa Indonesia.




0

Indonesia in 2015 - Ready?

Posted by Achmad Rizal on 23.40


How many people are now can be seen living themselves not really happy, having their houses next to the river? How many people are now having the willingness to encourage others to be much more independent person? Do we realize that we are right now sitting in a critical condition? Let’s see, even Jakarta, as a capital and biggest city in Indonesia are still have Its people are begging for food and children’s shelter. We should look at deeper and more intensive on what’s now happening with our country. Don’t you also want to ask, “how are you, Indonesian economics nowadays?”
It’s here, in our country we can see how far the gap between one people with others. Those who have become a very reach are trying to get reacher. And inversely, those who even don’t know what to eat tomorrow get themselves poorer. How corrupt our country is! People are now stalking their mind be a single-living person. We can see how many people compete to build the tallest tower in a city without concerning the poor who live nearby. People start to think how to create a self-wealthy for their own. Do you know why this all occurs among us?
Let’s check what our governments have done. KPK in Indonesia has been formed as one of the tools to decrease the number of corruptors. In fact, can we see, Indonesia even contributes itself to be the one of most corrupted country in the world. Don’t you feel ashamed standing here, looking at your incapable government taking care of our nations? If I were you all, I will not get myself static. Take a move sooner, make a discussion what should Indonesian young generations now should do, how to minimize the improsperity in our country made by corrupted system that sustains until now, and don’t get yourself only judging badly on governments have done. It’s now the time for us, Indonesian young generations, to take actions to save our children and our children’s children from suffering of a problems nowadays like we have.
Remember that in 2015, Indonesia will also contribute to be one of the country which plays the roles in ASEAN Economic Community (AEC). It needs so much preparation from the government, the country system and the people. You can imagine what Indonesia will be if we are still not ready facing foreigners moving freely among us. Indonesia will follow the money-operation-system made by ASEAN countries. What if we’ll get back to the colonialism life in 1940’s? We will see people do the monopoly in every way, especially in economic way. Don’t you ever feel afraid like me? Do you think you have been ready facing Indonesia, your beloved country, in 2015?


Picture's source: http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.asianews.it/files/img/ASIA_-_asean_community.jpg&imgrefurl=http://www.asianews.it/news-en/Economy,-health-and-environment-at-ASEAN-foreign-ministers%25E2%2580%2599-summit-28728.html&usg=__VCOXZZ1HOhCBmgLy0_n8clzHqcM=&h=360&w=600&sz=115&hl=en&start=11&sig2=5vwJHCpzXxPN_hIz16-7mw&zoom=1&tbnid=SGimj0l8aeXPfM:&tbnh=81&tbnw=135&ei=QtRDUr-BA8PwrQegloHYCw&itbs=1&sa=X&ved=0CEEQrQMwCg


Indonesian young generations-They are now a hope of our Indonesia. Start with something little thing like upgrading ourselves in English capacity. Have we spoken English clearly and fluently? Have we be able to communicate our knowledge with others? Other example may be taken, like how far we have prepared on goods and products to be compared with others’? How many people now have an awareness to love buying local food? How many people now have a realization on building Indonesian economics?

Picture's source: http://www.google.com/imgres?imgurl=http://image.shutterstock.com/display_pic_with_logo/1105973/114826390/stock-vector-indonesia-in-asean-economic-community-aec-vector-114826390.jpg&imgrefurl=http://www.shutterstock.com/pic-114826390/stock-vector-indonesia-in-asean-economic-community-aec-vector.html&usg=__icIQRUbhGbr1qr61T7P9V4w3vDE=&h=470&w=448&sz=52&hl=en&start=3&sig2=trXVCTEWxDOEP60ThRag1Q&zoom=1&tbnid=0HY2SXBSnP4LkM:&tbnh=129&tbnw=123&ei=qNVDUv2sM4_KrAfV5YHABg&itbs=1&sa=X&ved=0CDEQrQMwAg
 
Economic integration through trade and investment has been a major driving force for ASEAN’s growth and economic development. This increase in economic interdependence were market driven, taking place without any formal framework of economic cooperation (Salazar & Das 2007:1). Economic integration is now seen as a driver to raise ASEAN’s competitiveness and resilience to external shocks. That is why those who is not ready will get themselves left behind in the area of free trade. Thailand have really prepared Itself to create an environment which really supports the AEC and AFTA 2015. Best universities in Thailand have almost part of room a note, “Speak English please!”, “Are you ready for AEC 2015?” That’s just simple ways that can be easily done to encourage people to raise up their readiness to face the ASEAN global movement. Singapore with Its preparation in Industrial and management system will also become our boomerang if we don’t get a move. Moreover, China, dramatically increase Its economic strength, got Itself to take a faster step to cover world’s economic. It’s now become a hot topic that China someway near to now will cover world economic. So, the question of what’s now to do as an Indonesian, should be asked and be a theme to think and to discuss among us.
People will get easily moving from one country to another country. People will compete to make a product of high quality but low in price. People will be sitting one and aside although they are having different nationality. people will make an enhanced technology and e-ASEAN communication to be the basic of business. Everything will be like free-sharing place. Now we have to be ready for what should we contribute as Indonesian young generations. Now let’s ask ourselves now, “Have we prepared the AEC and AFTA 2015? Have we encouraged people to be a global-minded person, to be ready for the nationals compilation in years ahead? GO INDONESIA for AFTA and AEC 2015.


0

When I was a Student of SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy)

Posted by Achmad Rizal on 08.18
Lomba Story Telling Bahasa Mandarin
Lomba Story Telling Bahasa Mandarin
Dimulai dari latihan malam hari ketika Lao Shi datang ke asrama hari Jumat, 11 februari 2011, kami, Achmad Rizal Mustaqim, Ana Marathuharoh, dan Mei Handayani mendapat training dari Lao shi untuk lomba story telling besok. Kami yang menentukan cerita kami sendiri dengan tema Chinese New Year, kemudian Lao Shi membantu mengartikannya ke dalam bahasa mandarin. Malam ini juga adalah malam dimana kami bertiga melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam performance Seven Habit kelas XI.
Tiba saatnya, Sabtu 12 Februari 2011. Kami bertiga berangkat dari asrama bersama dengan Pak Wawan ke Univesitas Ma Chung. Kemudian Lao Shi datang menyusul. Pada saat awal registrasi kami melihat pesertanya ada 9. Dan kagetnya, ketika melihat semua peserta datang, mereka semua tenyata orang-orang sipit dan dari kalangan orang Tiong Hoa. Yang lebih buat aku gugup lagi, 3 juri yang akan menilai perlombaan ini tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka asli dari Chong Guo, alias orang Cina asli. Muncul pertanyaan di benakku, bagaimana nanti kalau mereka bertanya sesuatu kepadaku dan aku hanya diam seribu bahasa.
Kompetisi dimulai, Ana mendapat urutan tampil nomor 2, Mei nomor 5 dan aku nomor 6. Ternyata benar, apa yang kubayangkan benar-benar terjadi. Tapi ini masih stadium 2, karena Juri hanya mengomentari tentang penampilan kami dan tak akan mengajukan pertanyaan kalau memang tidak perlu.

Giliranku maju. Berusaha menampilkan sebaik yang aku bisa. Menceritakan kata demi kata dengan ekspresi dan nada seperti yang dipesankan Lao Shi sebelumya. Seperti biasa, juri mengomentari penampilanku stelah cerita selesai dan parahnya aku hanya mengerti sekitar 25 % dari apa yang beliau sampaikan. Memang kami baru mendapat pelajaran bahasa mandarin selama 1,5 tahun dan hanya ada 2 jam pelajaran dalam satu minggu, jadi kami masih perlu banyak belajar lagi. Tetapi, Juri menganggap aku mengerti penuh apa yang beliau sampaikan.
Dua hari kemudian, malam hari saat aku bersama kawan-kawan yang lain berada di Perpus Kota, menyaksikan pembukaan Art Exhibition, tiba-tiba HPku berbunyi dan ketika ku angkat, suara Lao Shi ternyata. Beliau memberi tahu kalau aku juara 2. Sontak aku meloncat di tempat kesenangan. Juara 1 diraih siswa dari Cosayu dan begitu pula juara 3, Cosayu.
Dari sini aku mendapat pelajaran bahwa tidak ada yang tidak mungkin. Satu lagi, semangaaaattttt…. (Chun)

Seleksi Siswa Teladan Jawa Timur 2011

Lomba Siswa Berprestasi Tingkat Jawa Timur 2011

Jumat (29/7), di Hotel Utami Surabaya diadakan grand final lomba siswa berprestasi. Kota Malang mewakilkan satu siswa dari SMAN 10 Malang, yakni Achmad Rizal Mustaqim yang juga menjadi salah satu perwakilan Bakorwil III. Sebelumnya, lomba siswa berprestasi tingkat Jawa Timur ini diawali dengan seleksi Bakorwil dan setiap Bakorwil mewakilkan 5 siswa/siswi terbaiknya. Kabupaten/Kota Malang, lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso berada di Bakorwil III. Lima nperwakilan dari Bakorwil 3 ini adalah SMAN 3 Jember, SMAN 10 Malang, SMAN 1 Jember, SMAN 1 Lumajang, dan SMAN Tumpang.
Dua puluh anak perwakilan dari empat Bakorwil akhirnya mengikuti grand final lomba siswa berprestasi di hotel Utami, Surabaya. Berbeda dari proses seleksi Bakorwil sebelumnya yang tesnya meliputi Tes Potensi Akademik, pengetehuan umum, bakat, dan administrasi, grand final ini hanya mensyaratkan peserta untuk mengikuti tes potensi akademik yang terdiri dari Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
Hari itu, tes selesai pada pukul 14.00. Kemudian, pukul 15.30 seluruh grand finalis baik SMP dan SMA berangkat menuju studio JTV dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Dengan mengenakan pakaian adat Malangan, Rizal siap menghadiri acara pengumuman dan pemilihan sepuluh besar yang nantinya akan mengikuti seleksi berikutnya. Di studio JTV, di depan kamera TV, seluruh grand finalis berparade di atas panggung dan siap mendengarkan pengumuman sepuluh besar. Ternyata, kali ini memang keberuntumgan tidak berpihak pada Rizal. Nilai yang diperolehnya hanya 99, selisih satu poin dengan peringkat sepuluh yaitu 100. Setelah itu, peserta sepuluh besar harus mengikuti tahap tes pengetehuan umum dalam bentuk wawancara, menjawab sebuah pertanyaan dalam waktu 90 detik. “Kompetisi siswa berprestasi ini memang tidak hanya mencari anak-anak yang pandai secara intelektual saja, tetapi juga mempu mengembangan bakat dalam dirinya, memiliki kepribadian menarik, dan berpengetahuan luas,” kata MC waktu acara pengumuman di JTV.
Akhirnya, SMAN 3 Jemberlah yang berhak menyabet juara 1 lomba siswa berprestasi tingkat Jawa Timur disusul SMAN 5 Surabaya dan SMAN 1 Lamongan. Buat Rizal, yang penting adalah nilai yang kita ambil dari sebuah kompetisi itu sendiri, semangat, kerja keras, dan sportif.
(chun)

EDSA – Univ. Jember

EDSA
The second week of June looks like a glorious of SMAN 10 Malang students. Two big trophies are brought by 3 students who has participated English competition held by EDSA (English Department State Association), University of Jember. The competition was divided on two days. The first day was for speech contest and the next was for news reading.
Four students were join on speech contest on Saturday, 11 June 2011. They were Satrio Riyadi and Yana Fitri, both from grade eleven, and Afriza Nandira and Nur Wijaya, from grade ten.
The second day, Sunday, 12 June 2011 was the time for news reading contest. Achmad Rizal Mustaqim and Lailatunnazhifah were act as a couple of news reader. They have prepared everything that might they need for 2 days before the D-day. When their names were include as big 5 finalists, they were so surprised and wish everything could run well. They were more surprised when they knew that they are the champion. Their opponents mostly come from region around Jember, Lumajang, and Banyuwangi.

Although only bring 2 trophies, but the six participants from SMAN 10 Malang learned many things that the competition has different atmosphere with other contest they ever joined.


Ma Chung Olympiad (Day-2)

Second Day of Machung Olympiad
Setelah perlombaan hari pertama tanggal 5 Maret 2010, perlombaan Machung Olympiad hari kedua sekaligus hari terakhir dilaksanakan keesokan harinya yaitu pada tanggal 6 Maret 2010. Hari kedua tersebut diisi dengan final dari berbagai lomba oleh enam program studi atau prodi di Universitas Machung dan semifinal dari SWOT analisis. Enam prodi tersebut adalah manajemen, akutansi, teknik industri, bahasa inggris, informasi teknologi, dan sistem informasi. Dan lomba yang diikuti oleh siswa – siwi SMA Negeri 10 Malang Sampoerna Academy itu sendiri adalah News Reading dan Speech oleh Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris serta SWOT analisis dari Jurusan Pendidikan Manajemen.

Tujuan dari lomba SWOT analisis adalah untuk memperkenalkan teknik SWOT dan Universitas Machung itu sendiri kepada para murid SMA. Setelah tahun lalu mengadakan lomba yang hampir sama dengan lomba – loma tahun ini, tetapi kali ini Machung mengadakan lomba dengan menyatukan enam prodi yang ada dalam satu atap yaitu Machung Olympiad. Dengan persiapan sekitar lima bulan dengan 100 orang lebih panitia, lomba tersebut dapat berjalan lancar dari pembukaan hingga seleksi final. Lomba ini dimulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00. Tetapi, di malam puncak diadakan sebuah acara penutupan sebagai tanda di tutupnya lomba tersebut. SWOT analisis adalah suatu analisa yang mencari tahu tentang kekuatan, kelemahan, dan ancaman dari suatu bisnis atau perusahaan, dalam lomba ini adalah Usaha Kecil Menengah (UKM). Karena UKM adalah suatu bisnis yang sangat banyak di Indonesia, tetapi kurang mendapat sorotan.
Lomba ini dimulai dengan mengirim suatu CD tentang analisis mereka terhadap suatu UKM, dan didapatkanlah tiga belas kelompok peserta yang mengikuti lomba tersebut dimana setiap kelompok terdiri dari empat orang. SMA Negeri 10 Malang mengirim dua kelompok dari sembilan kelompok yang terpilih untuk mengikuti semifinal. Yaitu “Susu Sapi Perah” oleh M. Choiruddin dkk serta “Lampu Hias dari Limbah Kayu Jati Pak Djoko” oleh Praptaning Budi dkk. Dari sembilan semifinalis tersebut dipilih lima kelompok untuk maju ke babak final. Meskipun tidak masuk ke babak final, tetapi SMA Negeri Sampoerna Academy dapat meraih The Best Team Work melalui M. Choiruddin, Firdha Aksari, Mia Yuli Setiani, dan Jeannet C. Haulussy.
“Lomba tentang bisnis, seperti bussiness plan sudah biasa dilombakan. Tetapi, SWOT analisis ini memang masih jarang. Karena itulah kami ingin mebuat perbedaan. Selain mudah, SWOT merupakan dasar untuk membuat suatu bussiness plan.” Ujar Tomy Hartono, ketua dari kegiatan tersebut.
Sore itu juga diumumkan hasil lomba-lomba yang telah digelar dari tanggal 5 Maret 2010. Diumumkan bahwa SMAN 10 Malang menyabet Juara I Speech atas nama Yana Fitri Mawaddan Warahmah dan Juara III News Reading atas nama Achmad Rizal Mustaqim dan Lailatunnazhifah. (alvin)


Story Telling Competition

SMANDASA Menangkan Story Telling Contest
Minggu (30/1), saat siswa – siswi yang lain sedang asyik bersantai, lima siswa ini sedang sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Story Telling Contest se- Malang Raya. Mereka adalah, Aang Khunaifi ( X-1 ), Arifah Nur Fitriyah ( X-1 ), Ais Maulidia Maziyah ( X- 1), Ana Maratuthoharoh ( XI – Social ), dan Achmad Rizal Mustaqim ( XI Science 3 ). Lomba yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) dan bekerjasama dengan Lembaga Kursus Bahasa Asing Malang dan American corner ini diikuti oleh para pelajar SMA / sederajat se – Malang Raya. “ perasaanku sangat deg-degan karena ini baru pertama kalinya aku mengikuti story telling contest di Malang. Dengan persiapan seadanya dan kesehatan yang lagi gak baik, ya pasrah aja deh, Just do the best . “ Ujar Ais, Siswi SMAN10 Malang asal Banyuwangi.
Kompetisi yang diselenggarakan di kampus Pasca Sarjana UMM ini dimulai tepat pukul 10.00 WIB. Sebelum lomba dimulai, para peserta dan pembimbing mengikuti Technical Meeting terlebih dahulu di Aula UMM. Setelah melalui babak penyisihan, wakil dari SMAN10 Malang Sampoerna Academy ( Ais Maulidia Maziyah – X1 ) lolos ke babak final yang diambil 7 besar dan akhirnya sukses meraih runner – up. “ Alhamdulillah aku masih bisa meraih juara walaupun runner-up dalam kompetisi pertamaku di Malang. Terimakasih banyak untuk keluarga, guru, teman – teman, dan tak lupa juga guru – guruku di SMP Bustanul Makmur Genteng – Banyuwangi yang selalu memberikan do’a, bimbingan dan support sehingga aku bisa meraih prestasi ini. Semoga kita semua akan terus bisa mengharumkan nama SMAN10 Malang Sampoerna Academy.” Ujar Ais dengan penuh syukur dan terimakasih. (ayu / foto : ais)



Juara III Lomba Duo Puisi dan Cerdas Cermat Agama Islam

“BORONG JUARA MILAD FORKIM XVIII”
Lomba ini diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang pada tanggal 27 Nopember 2010 dan diadakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. Lomba ini bisa dikatakan lomba yang unik karena pesertanya adalah masyarakat umum, baik dari siswa SMP, SMA, mahasiswa, guru, dan lain-lain. Satu tim terdiri dari 2 orang dan membacakan satu puisi bebas bertemakan “Penyeru Islam Negeri ini.”
Lomba diawali dengan daftar ulang. SMAN 10 Malang mewakilkan 5 kelompok, sayangnya satu kelompok mengundurkan diri, tinggal 4 kelompok, 2 kelompok dari kelas XI dan 2 kelompok dari kelas X.
Lomba dibagi menjadi 2 babak, babak pertama adalah babak penyisihan dimana peserta dibagi di dua ruang. Ruang I peserta nomor 1 – 20, ruang II peserta nomor 21 – 40. setiap ruang dinilai oleh 3 juri. 2 perwakilan SMAN 10 Malang berada di ruang I dan 2 perwakilan lainnya berada di ruang II.
Selanjutnya, 3 pemenang dari masing-masing ruang akan berkompeitisi di babak final (babak 2), SMAN 10 Malang mewakilkan 2 kelompok di babak final. Yang pertama Achmad Rizal Mustaqim dan Helen Novitri juara I dari ruang 2 serta M. Ainun T. Indra dan Intan Palupi, juara 3 dari ruang I. Empat kelompok lain yang masuk babak final adalah dari Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Brawijaya Malang, SMA Kepanjen, dan SMA Negeri 3 Malang.
Alhasil, M. Ainun T. Indra dan Intan Palupi berhasil menyabet Juara 2 serta Achmad Rizal Mustaqim dan Helen Novitri menjadi jaura 3. dan juara 1 diperoleh oleh pasangan SMAN 3 Malang, atas nama Faiz dan Kurnia. Dengan demikian SMAN 10 Malang berhasil membawa pulang 2 gelar juara dari Lomba Duo Puisi ini.
28 November 2010 adalah hari dimana seluruh pemenang lomba yang diadakan Fakultas Ilmu Administrasi mengikuti Bedah Film “Sang Pencerah” beserta pengarang novelnya. Selain duo puisi ada lomba cerdas cermat beregu (tiap regu 3 siswa) dan lomba mendongeng. Di akhir acara ada sesi pembagian hadiah bagi semua pemenang lomba. Di lomba cerdas cermatpun SMA Negeri 10 Malang juga memperoleh juara 3. Dengan demikian total piala yang diperoleh SMAN 10 Malang dalam even ini ada 3 piala. Semoga berikutnya bisa lebih baik. (cun)

Kunjungan Andrew White

Kunjungan Donasi Berbalut Keakraban di SMAN 10 Malang SA

“Fantastic!”, kata Jane Morison – Head of Communicaton and Contribution of HM Sampoerna itu memecah ketenangan suasana SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Rabu (08/06) Jane datang dalam rangka kunjungan donasi ke SMAN 10 Malang Sampoerna Academy  bersama dengan Andrew White – FP Contribution of HM Sampoerna beserta Ibu Dwi, Ibu Ninin, dan kolega-kolega lainnya. Perjalanan ditempuh menggunakan helikopter pribadi yang mendarat di lapangan Rampal dan dilanjutkan menggunakan mobil ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, rombongan tersebut disambut ramah dengan tarian Remo khas Jawa Timur yang ditarikan oleh siswi kelas XI yaitu Widyawati Putri dan Cintya Seruni. Kemudian dengan didampingi siswa-siswi kelas XI yang tergabung laskar pemandu Smandasa (Ricky Sudiarto, Arizky Rahmad, Lailatunnazifah, Achmad Rizal, Eva Rahayu, Satrio Riyadi, Dhea Rara, Bagus Rahmad, dan Ahmad Khoirul Basyar), rombongan tersebut mendapatkan sambutan hangat pula dari guru-guru dan Kepala SMAN 10 Malang Sampoerna Academy, Ibu Dra. Niken Asih Santjojo, M.Pd. Seusai acara sambutan, rombongan tersebut terlihat sangat bersemangat untuk berkeliling sekolah atau school touring.  Sudut-sudut sekolah terjamah dengan jelas dan bersahabat. Rute yang dikunjungi adalah ruang perpustakaan, Art Centre, OLC, WC, Laboratorium IPA, ruang UKS, Kantin, dan juga pos-pos pioneering lingkungan hidup.


Dengan sabar serta tuturan penuh keramahan, laskar pemandu Smandasa menjelaskan berbagai fasilitas, saran dan prasarana yang dimiliki SMAN 10 Malang Sampoerna Academy dalam menunjang proses belajar mengajar calon-calon pemimpin masa depan.
Suasana keakraban dalam kunjungan donasi ini tidak berhenti begitu saja, Jane Morison dan rekan-rekannya juga mengunjungi asrama baru siswa-siswi SMAN 10 Malang Sampoerna Academy yang terletak di daerah Tlogowaru. Memang belum sepenuhnya siap huni, namun dengan sedikit sentuhan akhir maka di tahun ajaran mendatang asrama ini menjadi hunian bagi siswa-siswi SMAN 10 Malang Sampoerna Academy.
Ora et Labora, motto yang sangat pas bagi pelajar di masa kini, begitu pula bagi siswa-siswi SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Belajar kini lebih dari sekedar baca buku, namun lebih dari itu belajar merupakan latihan saat akan menghadapi kompetisi hidup di era globalisasi. Belajar hari ini, memimpin di hari esok. Maju SMAN 10 Malang Sampoerna Academy ! (vit)

Kunjungan Calon Donor

Kunjungan ASTRO Malaysia
Selasa, 17 Mei 2011 merupakan hari dimana SMA Negeri 10 Malang Sampoerna Academy menerima dua tamu kehormatan dari Malaysia, tepatnya dari ASTRO. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal SMA Negeri 10 Malang lebih jauh dan mengetahui bagaimana program Sampoerna Acadey berjalan baik di asrama maupun di sekolah. Kunjungan ini didampingi oleh satu perwakilan dari Putera Sampoerna Foundation. Kunjungan dimulai dari pukul 11.00 hingga pukul 13.00 WIB.
Nantinya, sang tamu akan menjadi salah satu donor untuk Sampoerna Academy yang akan, mendukung program mencetak pemimpin bangsa yang berkompeten di masa depan. Dengan didampingi oleh Achmad Rizal Musataqim dan Rizky Nur Zairina, sang tamu berkeliling di sekitar area sekolah untuk mengenal seluk-beluk sekolah dan Sampoerna Academy. Rizal dan Rizky memperkenelkan apa itu Sampoerna Academy, bagaimana bisa masuk menjadi siswa Sampoerna Academy dan aktivitas apa saja yang dilakukan siswa-siswi Sampoerna Academy baik di asrama maupun di sekolah.


Setelah berkeliling area sekolah, para tamu, Miss Novi, Rizal, Rizky, beserta ibu Kepala Sekolah, Dra. Niken Asih Santjojo, M.Pd masuk ke dalam ruang Kepala Sekolah. Ada pembicaraan dan tanya jawab yang menyangkut bagaimana Sampoerna Academy berjalan dan sejauh mana perkembangan sswa-siswi SMA Negeri 10 Malang (Sampoerna Academy) baik mengenai kepemimpinan, kedisiplinan, akademik, maupun non akademik. Sayangnya, perbincangan ini terasa singkat mengingat beliau-beliau harus melanjutkan perjalanan ke Denpasar. We really get nice impression to visit this school,” ungkap beliau berdua.(rizcun)

Ma Chung Olympiad (Day-1)

MA CHUNG OLYMPIAD 2011

Pada (05/03), Rombongan siswa SMAN 10 Malang berangkat menuju Ma Chung University yang terletak di daerah Tidar, Malang. Mereka akan mengikuti lomba Speech, News Reading, Go Macple dan Accounting.
Lomba yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Nyepi ini, diikuti oleh para peserta dari Malang, Jombang, Surabaya, Madura, Sidoarjo hingga Denpasar dari 800 undangan yang disebar di daerah-daerah Jawa Timur dan Bali.
Lomba yang telah dipersiapkan sejak bulan Oktober tahun lalu iini bertujuan untuk mempromosikan Ma Chung University sebagai universitas yang masih baru berdiri. Lomba yang diadakan pun bermacam-macam, mulai dari tingkat SMP hingga tingkat SMA.
MELT, MWO, ACCOUNTING, GO MACPLE, SWOT Analysis termasuk beberapalomba yang diadakan oleh panitia. Lomba – lomba tersebut diadakan selama 2 hari. Babak Penyisihan dilakukan pada hari itu, sedangkan babak final pada Minggu(06/03).Dua wakil dari SMAN 10 Malang berhasil menuju semifinal. Mereka adalah Rafif L (X-4) & Nursa S (XI Science 1). Sedangkan yang berlanjut hingga ke final adalah Yana Fitri (XI Science 3) untuk bidang Speech dan Lailatunnazifah (XI Science 3) & Achmad Rizal (XI Science 3) untuk bidang News Reading.
“Nggak nyangka bisa masuk final, padahal persiapan baru beberapa jam sebelum lomba dimulai”, Ujar Yana, salah satu semifinalis dari SMAN 10 Malang. (ay)

Tim Mading Ajoer, The Best Mading on FMSC


            Lomba mading 3D FMSC atau Flexi M-Teens School Competition bertema Soccer, Love, and Laugh yang diadakan Malang Post dan Flexi dalam rangka ulang tahun Malang Post ke-12, kategori The Best Mading dimenangkan oleh tim Ajoer (Arek Joernalistik) SMAN 10 Malang (30/06). Puncak acara malam itu merupakan malam pengumuman sekaligus penutupan bagi serangkaian acara dan lomba-lomba yang diadakan, seperti lomba 3D mading, lomba dance, blog, model cilik, band sekolah, dan sebagainya.
            Penghargaan lomba mading dibagi dalam 3 kategori, yaitu Best Content, Best Creativity, dan The Best Mading M-Teens. Cukup mengejutkan bagi tim Ajoer bahwa mereka termasuk dalam nominasi ketiga “best” tersebut, yang ternyata The Best Mading M-Teens kategorilah yang mereka menangkan. Suara teriakan kegembiraan tim yang beranggotakan 8 orang –Axellina M.S, Rahma Oryza N, W. Sitaresmi, Nova Reksa M.P, Yusnita Silsilia W., Arizky Rachmad Sudewo, Angga Khoirul Imam, dan Achmad rizal- ini seketika memenuhi aula SMA Tugu saat nama tim mereka disebutkan menjadi pemenangnya.
            Setelah 3 hari diadakan pameran dan sekitar seminggu sebelumnya diadakan penilaian sementara di sekolah, tim Ajoer tak berhenti memperbaiki kondisi madingnya yang berjudul Ball In Love ini. Baik dari segi artikel updating, sampai merapikan penampilan madingnya. Proses pembuatan mading ini bukanlah penuh perjuangan, mereka harus rela menjalani sekitar dua minggu yang melelahkan untuk menyelesaikan madingnya, hingga harus merombak ulang madingnya pada H-1 penilaian awal karena terjadi sedikit kekeliruan konsep.
            ”Seneng banget bisa ngasih yang terbaik untuk sekolah. Dengan menang ini, semua rasa capek seakan lunas terbayar.” tutur Arizky, salah satu anggota tim Ajoer. (Cyll)

Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa


Senin, 3 Mei 2010. SMAN 10 Malang melaksanakan upacara Hari Pendidikan Nasional yang diikuti oleh seluruh guru, karyawan, siswa kelas X dan XI. Bapak Drs. Nur Ali Akhmad, M.KPd bertindak sebagai Pembina Upacara, mengetengahkan tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Bangsa” dalam membacakan sambutan Menteri Pendidikan Nasional RI di Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2010 ini.
HARDIKNAS diperingati untuk mengenang jasa Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantara dan seluruh pejuang pendidikan. Ada tiga makna penting tiap kali kita memperingati hari-hari besar Nasional, seperti halnya HARDIKNAS hari ini.
Makna pertama, berkait dengan momentum untuk merenungkan dan merefleksikan diri terhadap perjalanan dan langkah panjang yang telah dilalui. Ini berkait dengan cita-cita awal lahirnya HARDIKNAS, sebuah cita-cita yang saat itu dicirikan dengan semangat kepahlawanan, semangat kesediaan diri untuk memberikan lebih dari kewajibannya, dan untuk menerima kurang dari hak-haknya, disertai dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan, yang insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan lebih. Semangat itu dalam konteks kekinian saat ini, kiranya masih relevan untuk selalu dikumandangkan, terutama dalam kondisi bangsa seperti saat ini.
Makna kedua, upaya didalam mengintropeksi diri dari apa yang sedang kita lakukan didalam menjalankan berbagai program pendidikan saat ini untuk menatap masa depan yang lebih baik, dalam menjamin pelayanan pendidikan secara nondiscriminative kepada semua anak usia sekolah Indonesia di manapun mereka tinggal, sehingga sebuah cita-cita luhur saat digagasnya peringatan HARDIKNAS, bisa terus terjaga.
Makna ketiga, bagaimana kita memprespektifkan apa yang telah dan sedang dilakukan untuk masa depan yang lebih baik, sebagaimana dicantumkan dalam konstitusi kita serta diamanatkan pula dalam sistem perundangan, dalam upaya mencerdaskan bangsa secara utuh.
Upacara Hari Pendidikan Nasional 2010 di tutup dengan acara serah terima piala dari para siswa yang berprestasi, diantara Juara Harapan II Paskibra SMAN 10 Malang dalam ajang Lomba Formasi PBB Kota Malang ; Juara Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional oleh Helen Novitri, Intan Palupi, M. Ainun T Indra ; Juara English Debate Competition oleh Satrio Riyadi, Lailatunnazhifah, Rizki Nur Zairina ; Juara Lomba Mading 3 Dimensi oleh Claudia, Aufa, Sony ; Juara English Contest oleh Yana, Tifani, Achmad Rizal ; Juara Pertandingan Volley Ball oleh Tim Putra dan Putri SMAN 10 Malang.

Laporan kegiatan Lomba

Hari ini siswa kita berhasil meraih juara harapan II dalam Olympiade Biologi di UM tingkat Jawa-Bali, setelah menyisihkan 960 peserta. siswa kita tersebut adalah Elok Dian Karisma PA  X-5 dan Dhika Ayu Agustin Cahyo X-4. Perlu diketahui semua yang masuk ke final siswa kelas XII  sedangkan siswa kita masih kelas X dan urutan juaranya – juaranya sbb : juara I SMAN 2 Lumajang, Juara II SMK Penabur Gading Serpong Tangerang, Juara III SMAN I Blitar, Juara Harapan I SMAN 4 Denpasar Bali dan harapan II SMAN 10 malang .
Laporan berikutnya,  kemarin tanggal 31 Okt 09 anak-anak mengikuti Olympiade bahasa Inggris ada 6 siawa yang dikirim yaitu : Satrio Riyadi P, Nur Intan Setiati, Mochamad Sony, Cristian Timothy, Lailatunnazhifa, dan Tiffani Elshandy, tapi yang lolos ke babak dua ada 4 siswa yaitu Satrio Riyadi P, Nur Intan Setiati, Mochamad Sony, Cristian Timothy . Tahap ke dua dilaksnakan tanggal 7 Nopember . Doakan ya  Pak Bos.
Berita selanjutya Paskibra kita juga meraih juara II PBB Kreasi dan juara II Lomba Debat Paskibra Se Malang Raya peserta secara keseluruhan siswa kelas X
Irvinia Rahmadiyah, Mukti Utami, Nur Aini Munawaroh, Rizki Eko Setiawan, Angga Khoirul Imam, Dwi Al Aji Suseno, Hilla Rofi’atus Sholihah, Kristina Anggraini, Mohammad Aditya N. Firdaus, Muhammad Faisol Tanjung, Ririck Fronta Nirwana, Winda Meiyana Intan Sari, Fajri Asnifah, Inten Permata Sari, Achmad Firdaus M. U., M. Khozinul Asror, Wieka Galih Wisudaningtyas, Achmad Rizal Mustaqim, Diani Ainun Nisa’, Nindia Dini Pangestika, Retna Winedar Oktafia, Ryan Ridha Ramadhan, Sembrada Dyah Fitriani, Wahyuni Bin Slamet, Arian Puji Fajardianto, Dwi Yanti Aprilia, Fiererra Dwi Febiosa, Mia Yuli Setiani, Muhammad Firdaus H., Roni Vayayang
Tgl 31 Okt 09 Siswa mengikuti Olympiade Mat di UIN malang , Kita mengirim 8 siswa yaitu Rahmad Andrianto, Angga Khoirul Iman, M Ramadhani Nurarif, Ahmad Firdaus M, Rizky Nur Zairina, Ryan Ridho R , Dan Chritian Timothy. tetapi yang lolos ke semi final hanya Rizky Nur Zairina  kelas X- 5 . Semi final dilaksanakan tanggal 7 Nop 09
sekian dulu berita dari saya. Mohon bantuan doa untk kesuksesan anak kita.

“Film Cerminan Budaya Bangsa”


Suasana D’Longue Café Mall Olympic Garden sore itu, 18 April 2010 tampak ramai oleh kedatangan sekitar 36 orang siswa-siswi SMAN 10 Malang. Antusiasme mereka kali ini begitu besar karena digelarnya talkshow yang bertajuk “Film Mencerminkan Budaya Bangsa”. Talkshow berdurasi satu setengah jam ini diselenggarakan oleh D3 Multimedia Broadcast STT STIKMA Internasional Malang dengan narasumber seorang bintang dunia peran, Didi Petet.
Sambil menunggu kedatangan sang narasumber, para pengunjung disuguhi live performance dari band D’Longue Café. Tak mau kalah, Renggalis Mayong Kusuma, siswa kelas X-2 juga ikut menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan lagu Demi Cinta dari Kerispatih.
Semangat siswa-siswi SMAN 10 Malang dan pengunjung lain, diantaranya dari SMKN 5 Malang bertambah ketika Kang Didi begitu Didi Petet lebih akrab disapa datang sekitar 10 menit kemudian dan menyapa mereka. Bincang-bincang hangat pun dimulai beberapa saat kemudian dengan MC Kak Dewa dari D3 Multimedia Broadcast STIKMA Malang.
Ditemani segelas ice coffee, talkshow tersebut berlangsung komunikatif. Memperbincangkan segala seluk beluk dunia akting, teater, dan film yang saat ini sedang diminati banyak siswa. Dalam talkshow tersebut Kang Didi berpesan, ”Tegaskan bahwa berakting itu bukan cuma jual tampang, karena jika kalian cuma jual tampang, disaat ada tampang baru yang lebih bagus, kalian akan ditinggalkan. Berakting itu juga bukan semata mencari popularitas. Anggaplah popularitas sebagai resiko dari berakting.”
Sesi tanya jawab yang berlangsung setelah itu juga berlangsung meriah. Pertanyaan-pertanyaan yang selama ini disimpan oleh siswa-siswi dicurahkan semuanya untuk dijawab oleh pakarnya. Mulai dari cara berakting yang baik, bagaimana menjadi aktor dan aktris profesional. Achmad Rizal, siswa kelas X-5 yang merupakan salah satu peserta casting D3 multimedia Entertainment, saat itu juga diminta untuk menunjukkan bakat aktingnya dengan berperan sebagai Parjo, seorang pembantu yang menyombongkan majikannya. Kang Didi memberikan apresiasinya dengan memberi nilai 8,5 pada Rizal. Beliau mengatakan bahwa untuk mencapai nilai 9, diperlukan latihan lebih keras dan jam terbang lebih tinggi.

Tak terasa jam menunjukkan pukul 16.30 WIB dan acara harus diakhiri, tetapi Kang Didi yang harus segera kembali ke Jakarta masih menyempatkan diri berfoto bersama beberapa siswa. Dengan hati puas siswa-siswi SMAN 10 Malang kembali ke asrama. Begitu banyak pengalaman berharga dan pengetahuan yang merekadapatkan sore itu. Semoga mereka bisa menjadi penerus dunia perfilman Indonesia, seperti harapan Kang Didi yang diucapkan di akhir talkshow.
Reported by: Axell

Sertijab Paskibra

SERTIJAB PASKIBRA SMANDASA Masa Bakti 2011-2012

Kamis (22/12) siswa SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera yang biasa disebut PASKIBRA melaksanakan kegiatan ceremonial serah terima jabatan. Kegiatan SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) yang dilaksanakan di lapangan upacara SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) ini diikuti oleh PASKIBRA kelas 10, 11 dan 9 pengurus dari kelas 12.
Serah terima jabatan ini dimaksudkan sebagai pergantian dari pengurus lama ke pengurus baru. Kegiatan ini hampir sama dengan apel-apel biasa, namun yang membuatnya
berbeda adalah prosesi serah terima jabatan antara pengurus lama dan pengurus baru. Selain itu Serah Terima Jabatan baru kali ini dilaksanakan di lapangan, seperti yang dituturkan oleh Dwi Al Aji Suseno selaku ketua umum PASKIBRA yang lama.
Perasaan saya tentu saja senang. Pesan saya untuk PASKIBRA SMAN 10 Malang (Sampoerna Academy) semoga semakin bagus dan semakin meningkat. Kami juga sudah percaya kepada ketua PASKIBRA yang baru,” ujar Dwi Al Aji Suseno setelah upacara serah terima jabatan.
Upacara serah terima jabatan ini juga dilakukan dengan penyerahan bendera merah putih dari dua perwakilan pengurus yang lama, yaitu Angga Khoirul Imam dan Ahmad Rizal Mustaqim ke kedua perwakilan pengurus yang baru, yaitu Yogi Tuhu Sofiyanto dan Yano Andrianto Putra sebagai simbolis penyerahan jabatan.
Alhamdulillah, kita sudah diberi tanggung jawab. Benar-benar sesuatu yang luar biasa dan kita harus benar-benar menjaga tanggung jawab itu, apalagi kita yang dari calon PASKIBRA (CAPAS) dan sekarang menjadi PASKIBRA,” ujar Showfil Widad Herdiana, salah satu anggota PASKIBRA kelas 10.
Mungkin Ke depannya PASKIBRA SMANDASA bisa mengadakan lebih banyak latihan gabungan dengan SMA lain, contohnya SMK Telkom dan bisa bekerja sama dengan PPI (Purna Pakibra Indonesia) untuk mengadakan lomba Paskibra. Dan saya harap semua anggota paski bisa bekerja sama dengan baik, bisa tambah disiplin dan menjadi teladan bagi teman-teman lainnya” Ujar Ganang Argo Enggartyasto selaku Ketua PASKIBRA yang baru. (meg/arv)

10 tahun SSS

Bersama Sampoerna Academy
Indonesia Berkibar

Cuaca cerah menemani kesepuluh siswa SMAN 10 Malang Sampoerna Academy untuk berangkat ke Jakarta menuju Sampoerna Strategic Square (SSS) pada Rabu 25 Mei 2011. Berangkat dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang seluruh siswa yang sejatinya berjumlah sebelas orang dengan didampingi oleh Ms. Rizqi Khoirunnisa itu mendarat di bandara soekarno-hatta. Setelah menjemput siswa Sampoerna Academy Palembang, kegiatan dilanjutkan ke SSS untuk mendapatkan briefing dari Mbak Tia, Pak Hendri dan Mas Damar tentang kegiatan selama di Jakarta sekaligus seleksi MC dan performers.


Keesokan harinya diadakan pembagian tugas untuk acara dinner reception yang akan diselengarakan Jumat malam di SSS, diantaranya MC oleh Dhea Rara, Performers oleh Rizal, Jaya, Matthew, Alisra, Putri dan Lovely, Host oleh Faisol, Fitri, Cahya, Chaidir, Genting dan Atirah, Registrasi oleh Audinda dan Riyadh, Maingate oleh Helen, Syida dan Tiqo, serta Lifter oleh Rifky, Yuniar dan Midi. Setelah pembagian tugas selesai dilaksanakan latihan sekaligus gladi bersih.
Dinner reception pun digelar, seluruh petugas sudah bersiap di tempatnya masing-masing. Acara yang diadakan di lantai 31 SSS North Tower itu dipimpin oleh Ibu Nenny dari Putera Sampoerna Foundation (PSF). Malam itu acaranya bukan hanya dinner dengan para donator Sampoerna Academy (SA) akan tetapi juga diadakan pemutaran video SA dan pelelangan lukisan siswa SA baik Malang maupun Palembang. Seluruh hasil lelang yang mencapai angka 26 juta itu akan disumbangkan untuk kegiatan SA.
Acara pun berlanjut pada hari sabtu, 28 mei 2011 yang terdiri dari charity show, Ikrar Indonesia Berkibar (BERsama KIta BelajAR) yang dilakukan oleh seribu pelajar se DKI Jakarta yang dipimpin oleh siswa SA Malang (Faisol, Helen, Fitri, Cahya, Tiqo) dan Palembang (Riyadh, Chaidir, Genting, Atirah), pelepasan balon ke udara yang dipimpin oleh Mendiknas dan Ibu Nenny dari PSF, workshop oleh Imelda Fransisca, lomba-lomba untuk pelajar serta wahana balon udara.
Minggu pagi seluruh siswa SA Malang dan Palembang meninggalkan kota Jakarta dengan menggunakan pesawat. Kesedihan pun tak terelakkan dari wajah siswa SA karena harus berpisah. Meskipun baru kenal seluruh siswa sudah merasa sangat dekat seperti keluarga sendiri. (fai)

Education Affair

Study Overseas,
Pilihan Untuk Investasi Masa Depan!
Tak seperti biasanya, hari ini (28/11) siswa-siswi SMAN 10 Malang Sampoerna Academy tampak sudah berbaris rapi dan tertib di depan lobi sekolah pukul 12.30 WIB. Dengan saksama, mereka mendengarkan penjelasan singkat dari Ibu Kiki, guru English IGCSE. Tampaknya mereka sudah tak sabar untuk berangkat ke Surabaya guna mengikuti acara Education Affair, sebuah program pengenalan studi ke luar negeri.
Setelah berjam-jam lamanya di perjalanan, sampailah mereka di Hotel JW. Marriot, tempat workshop dilaksanakan. Tanpa komando, mereka langsung menuju tempat acara dilaksanakan di lantai tiga. Setibanya di sana, deretan stan-stan (sebagian besar stan universitas di Amerika) pun sudah berjajar rapi dan siap untuk menjajakan informasi mengenai studi di universitasnya.
 “Wah, seru banget. Kegiatan yang sangat positif! Dapat memacu semangat belajar kami untuk bisa melanjutkan studi keluar!” ucap Rizal menggebu-gebu.
Sebelumnya, mereka juga mendapatkan sekilas informasi melalui presentasi yang dilakukan oleh setiap perwakilan universitas. Namun dengan waktu yang relatif  singkat  (+ 3 menit), tentu saja tak cukup memberikan kepuasan kepada para pengunjung. Untungnya para informan dengan sabar dan ramah melayani pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta di setiap stannya.
“Kami sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini, karena dengan ini kami bisa mengetahui kriteria apa saja yang mereka inginkan. Dan dengan waktu yang tersisa ini, kami dapat berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi tuntutan mereka,” ucap Naila antusias.
Studi keluar memang dianjurkan untuk mengoptimalkan pengetahuan dan potensi mereka. Bukan karena universitas-universitas di Indonesia berkualitas buruk, namun jika ada yang lebih baik, why not? Because education is investation for our future. (epo)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H

Peringatan Maulid Nabi 1432 H
Senin (14/02), suasana di SMAN 10 Malang kali ini berbeda. Di saat siswa-siswa yang lain berada di dalam kelas dan mendapat pelajaran, sedangkan beberapa siswa berlalu lalang dan tampak sangat sibuk mengurus sesuatu. Ya, benar, mereka adalah para panitia “Peringatan Maulid Nabi 1432 H” yang mengambil tema “Dengan Memperingati Maulid Nabi, Kita Teladani Sifat-sifat Rasulullah”.
Acara yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini terdiri dari berbagai macam lomba, seperti : Lomba menggambar kaligrafi, Lomba Adzan, Lomba Tilawatil Alquran, dan yang paling meriah adalah lomba Putra Sarung dan Putri Jilbab. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh siswa-siswa yang merupakan perwakilan dari kelas masing-masing. Setiap kelas boleh mengirim delegasi lebih dari 1 orang kecuali untuk lomba Putra Sarung Putri Jilbab yang hanya diperbolehkan mengirimkan 1 pasangan (putra + putri) tiap kelas.
Lomba yang diikuti oleh kelas X dan XI ini dibuka dengan lomba Putra Sarung dan Putri Jilbab dengan Mutiara.N.H (X-1) dan M. Ali Wafa (X-6) sebagai MC dalam lomba tersebut. Juri dalam lomba yang terdiri dari 2 sesi ini adalah ibu guru SMAN 10 Malang sendiri.
Bersamaan dengan dilaksanakannya lomba tersebut, di tempat lain juga sedang dilaksanakan lomba menggambar kaligrafi, lomba adzan, dan lomba tilawatil Alquran.
Setelah ISHOMA, sekitar pukul 13.00 WIB, siswa-siswi digiring menuju aula untuk mengikuti pengajian bersama Ustadz Farid Hamini. Dalam acara yang dipimpin oleh Umam(X-4) dan Ilan(X-5) tersebut juga ada penampilan dari siswa-siswi SMAN 10 Malang, seperti : Baca Alquran beserta intisari, Albanjari dan Mengaji Diba’, baru kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama. Ceramah agama yang berlangsung sekitar 1,5 jam itu berbicara tentang “Pengaruh Pacaran dan Bagaimana Islam Memandangnya, serta Sifat-sifat Rasulullah SAW”. Dan di akhir acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba.
Berikut daftar pemenang lomba-lomba tersebut :
Tilawatil Alquran : Diani (XI Science 2), M.Anwar(X-2), Siti Nurul(XI Science 3).
Adzan : Ary Kusuma (X-7), Novieka (XI Social), Luthfi (X-2).
Kaligrafi : A.Rizal (XI Science 3), Lucky (XI Science 4), Nova Reksa (XI Science 5)
Putra Sarung : M. Choiruddin (XI Social), Putri Jilbab : Arum T. (X-7).
Selamat untuk para pemenang! (ayu)


MURAL PAINTING SAMPOERNA STRATEGIC SQUARE

MURAL PAINTING SAMPOERNA STRATEGIC SQUARE

            Jum’at (7/11), 18 siswa-siswi SMAN 10 Malang tampak bersiap-siap untuk berangkat ke Jakarta. Mereka semua dari kelas XI.  Mereka berhasil lolos seleksi mural painting yang diadakan oleh Sampoerna Foundation. Dari SA Malang bisa meloloskan 6 grup untuk ke Jakarta. Grup 1 (Rizal,Tifany,Axel),Grup 2 (Lucky,Atika,Ema),Grup 3(Lisa,Fitri,Kiki),Grup 4 (Ardi,Ziky,Faiqoh),Grup 5 (Nova,Helen,Nina),Grup 6 (Claudia,Sembadra,Fitri).Nantinya, mereka semua akan mural painting di Jakarta selama 2 hari di gedung Sampoerna Strategis Square.

            Kebanyakan dari mereka, ini merupakan kesempatan pertama untuk dapat berkunjung ke Ibu kota Indonesia, Jakarta. Rona kebahagiaan jelas terpancar pada raut wajah mereka. Meski saat keberangkatan sempat mengalami penundaan selama 1 jam karena pesawat yang akan ditumpangi mengalami permasalahan.
            Sekitar pukul 15:45 akhirnya pesawat selamat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta,Jakarta setelah penerbangan selama 1 jam 45 menit. Di Bandara dengan didampingi Pembina tunggal dari malang, Mr.Hakim, bertemu dengan Pak Komang yang sudah menanti kedatangan rombongan SA Malang. Rombongan SA Malang bertolak menuju tempat penginapan mereka, Hotel Kartika Candra.
            Keesokan harinya sekitar pukul 8 pagi, Sabtu (8/11), rombongan SA Malang menuju ke Sampoerna Strategic Square. Hari ini adalah hari pertama mural painting sesuai dengan rundown yang telah diberikan. Sebelum memulai mural painting, ada acara pembukaan oleh pihak Samperna Foundation dan dari para donasi. Selain itu ada pula pengenalan tentang Mural Painting oleh anak IKJ (Institut Kesenian Jakarta) yang diberikan oleh Kak Philips.

            Tepat pukul 10:00, mural painting resmi dimulai. 6 group SA Malang segera menuju ke tempat masing-masing dan siap bertempur dengan cat serta tembok yang sudah disediakan. Mereka semua tampak antusias sekali mulai mengecat tembok yang dihadapan mereka masing-masing. Mural painting hari pertama selesai pukul 17:00.
            Hari kedua,Minggu (9/11)mural painting dimulai pukul 08:00.Masih tersisa 50% pengecatan lagi beserta finishing yang harus dikerjakan. Masing-masing grup mulai menambah speed mereka dalam mengecat karena takut waktunya tidak selesai. Batas waktu yang diberikan sampai pukul 17:00. Kakak-kakak dari IKJ juga turus membantu proses pengerjaan mural mereka. Mulai dari mengajarkan teknik lukis yang mudah sampai gradasi-gradasi warna yang unik.
            “Anak-anak yang luar biasa” itulah ungkapan yang dilontarkan oleh Kak Anggi, pemilik tembok-tembok yang dilukis. Pak Edi, Pak Komang, Bu Michell serta Mr Deril juga mengungkapkan hal yang sama pada siswa-siswi SA Malang. 6 mural selesai sebelum waktu yang ditentukan. Setelah menyelesaikan mural painting, masing-masing group di interview oleh Mas Indra untuk dokumentasi pihak Sampoerna Foundation.(luc)

SEMANGAT YANG KEMBALI BERKOBAR

SEMANGAT YANG KEMBALI BERKOBAR

SMA Negeri 10 Malang (28/10) melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-82. Upacara ini dimulai pada sekitar pukul 07.30 WIB yang dihadiri oleh seluruh siswa-siswi dan bapak ibu guru SMA Negeri  10 Malang.
Upacara peringatan hari lahirnya bangsa Indonesia kali ini dipimpin oleh Muhammad Abdul Ghofur (X-3), dan diprotokoli oleh Mutia (X-1) dengan petugas pembawa bendera sang merah putih adalah Ahmad Rizal Mustaqim (XI IPA 3), Nindya Dini Pangestika (XI IPA 5) serta  Angga Khoirul Imam (XI IPA 5). Dalam rangkaian acaranya, amanat Pembina upacara yang dibawakan oleh bapak Muhammad Nur Ali S.Pd. diisi dengan pembacaan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Andy A. Malarangeng dengan pokok bahasan tentang “Semangat Sumpah Pemuda”.
Terlihat seluruh peserta upacara melaksanakan upacara ini dengan penuh khitmat dan semangat yang tinggi, dimana hal ini dibuktikan pada saat mereka menyayikan lagu nasional “Satu Nusa Satu Bangsa” mereka menyanyikannya dengan merdu dan antusias.(Zik)

Lomba Daur Ulang Sampah Anorganik Hari Lingkungan Hidup 2010

Lomba daur ulang sampah anorganik yang diadakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya merupakan salah satu kegiatan yang mereka adakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2010. “Meskipun pelaksanaannya sudah terlambat, tapi kami tetap mengusahakan acara ini bisa berjalan sesuai harapan,” tutur salah satu panitia Hari Lingkungan Hidup 2010. Lomba ini diikuti oleh siswa siswi SMA/Sederajat Se Jawa Timur. Seleksi awal lomba ini dilakukan dengan cara mengirimkan essay produk daur ulang sampah anorganik ke Panitia Hari Lingkungan Hidup 2010 dan terpilihlah 10 finalis yang maju ke babak kedua dan salah satunya adalah tim dari SMAN 10 Malang Sampoerna Academy yang diwakili oleh Akhmad Rizal Mustaqim (XI IPA 3), Tatri Fajar Afinda (XI IPA 5), Rinda Meylia Widyawati (XI IPA 1) dengan bimbingan Dra. Hj. Faridah Hayati dan ketika final didampingi oleh Bu Endang Setyoningsih, S.Pd.

Final lomba yang bertema “Stop Global Warming with 4R” diadakan pada tanggal 25 Juli 2010. Para finalis diharuskan mempresentasikan produk daur ulang mereka dengan media dan cara sesuai dengan kreativitas mereka dalam waktu 10 menit. Setelah semua finalis selesai presentasi, tiba waktunya tim juri melakukan penilaian dan menentukan pemenangnya. Penilaiannya berdasarkan penambahan nilai essay, presentasi, dan produk. Hasilnya, tim SMAN 10 Malang belum berhasil masuk dalam 3 terbaik. Meskipun demikian, satu hal yang paling berharga adalah pengalaman yang mereka dapat, menambah kreativitas mereka dan juga bisa mengukur kemampuan mereka dengan siswa siswi lain Se Jawa Timur.

PERJUANGAN SATU MALAM


Mampu meraih sebuah prestasi merupakan hal yang sangat membanggakan bagi semua orang. Hal inilah yang juga sedang di rasakan oleh Rizal, Yana dan Tiffany. Pasalnya mereka bertiga telah merebut juara ke-3 dalam English Contest yang diadakan oleh EEC Universitas Muhammadiyah Malang hari Sabtu (01-04-2010),yang diikuti oleh siswa-siswi SMA se-Jawa Timur. Namun, di balik prestasi yang mereka peroleh, terselip sebuah perjuangan yang sangat berat. Betapa tidak, tanpa persiapan yang matang, hanya dalam waktu sehari mereka latihan, mereka memberanikan diri untuk maju dengan keadaan yang apa adanya. Lomba yang diadakan adalah story telling, speech dan debate.
Lomba yang pertama adalah lomba story telling. Dari 20 tim yang mengikuti, hanya 10 tim yang dipilih untuk maju ke sesi lomba berikutnya, dan ketiga siswa-siswi perwakilan SMAN 10 Malang ini berhasil menduduki posisi ke-5. Pada babak berikutnya, yaitu speech, tim mereka memilih Yana untuk maju mewakili tim mereka, yang akhirnya memperoleh posisi ke-2 dari 6 tim yang terpilih maju ke babak selanjutnya. Perjuangan mereka masih berlanjut ke babak debate. Ada 3 tahapan penyisihan debat. Tahap pertama, tim mereka menang melawan tim dari SMAN 1 Sumenep (A). Kemudian berlanjut ke tahap kedua melawan SMAN 3 Ponorogo kemudian SMAN Sumenep (B). Keputusan akhir di ambil dari akumulasi nilai pada sesi debat masing-masing tim. Hasil yang diperoleh adalah; SMAN 3 Ponorogo sebagai juara pertama, SMAN 1 Sumenep sebagai Juara kedua, dan SMAN 1O Malang sebagai juara ketiga.

Inkai SMAN 10 Malang



Saat ini, SMA Negeri 10 Malang sudah menjadi salah satu ranting dari Inkai(Institut Karatedo Indonesia) cabang Malang. Perjuangan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karate ini terbilang cukup memeras tenaga mengingat ekskul ini tidak ada di SMA Negeri 10 Malang sebelumnya.
 Awalnya, ada enam siswa SMA Negeri 10 Malang yang sebelumnya pernah mengikuti karate. Keenam siswa kelas X ini berinisiatif untuk berlatih sendiri, tanpa pelatih.
 “Kami memutuskan untuk latihan sendiri, saling sharing skill yang sudah kami pelajari sebelumnya,” ujar Ardi, salah satu dari keenam rang tersebut.
Rupanya, latihan otodidak yang dilakukan seminggu sekali oleh keenam orang ini menarik perhatian siswa yang lain. Terbukti, tak lama setelah mereka berlatih bersama, ada siswa-siswa lain yang ikut bergabung dalam latihan otodidak itu. Terhitung, ada sekitar 16 orang siswa yang ikut bergabung dalam latihan tersebut.
“Kami ingin sekali mengusulkan  pengadaan ekskul karate ini di sekolah,” kata Rizal yang sebelumnya sudah pernah mengikuti karate saat SMP. “Kami juga sempat bingung menentukan perguruan untuk ekskul ini,” lanjutnya.

Suatu ketika, saat sedang berlatih, ada seorang senior dari Inkai Universitas Brawijaya yang mengetahui latihan otodidak itu dan menawarkan untuk bergabung dengan Inkai Brawijaya. Semenjak saat itu, siswa-siswa yang berkeinginan untuk mengikuti karate, berusaha untuk mengusulkan ekskul karate ke SMA Negeri 10 Malang. Rekrutmen anggota pun mulai dilakukan supaya SMA 10 Malang bisa segera memiliki ekstrakurikuler karate. Bahkan, negosiasi dengan pihak Inkai Brawijaya juga dilakukan di semester gasal demi tercapainya keinginan untuk mengembangkan kemampuan bela diri siswa.

Setelah perjuangan yang cukup melelahkan, akhirnya SMA Negeri 10 Malang berhasil mendapatkan pelatih atau senpai dalam karate dari Dojo Inkai Brawijaya. Mulai semester genap ini, siswa SMA Negeri 10 Malang sudah bisa melakukan latihan rutin yang dilaksanakan pada hari Senin dan Rabu pukul 15.30-16.45 di sekolah. Latihan gabungan pun sudah bisa dilaksanakan pada hari Minggu pukul tujuh pagi di Universitas Brawijaya

Donasi untuk Jepang

Donasi untuk Jepang, Donasi untuk Hati
Bagai memasuki jaring laba-laba, begitulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan keadaan negeri sakura saat ini. Beberapa tahun yang lalu, Indonesia seakan-seakan juga masuk dalam jaring laba-laba itu. Negeri yang semula aman dan tenteram tiba-tiba diserang amukan air yang menghilangkan nyawa banyak orang. Meski prestasi bagi pemerintah Indonesia yang dengan cekatan mengembalikan keadaan Aceh seperti semula, namun semua itu tak luput dari bantuan berbagai pihak, baik masyarakat Indonesia sendiri maupun negara-negara lain.

Tak jauh beda dengan Jepang yang sedang kalut oleh bencana tsunami, banyak orang-orang yang bersimpati, bahkan berempati dengan keadaan negeri itu. Meski beberapa orang beranggapan bahwa bantuan untuk Jepang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan karena mereka hidup di negara kaya dan sudah maju, namun bantuan dan sumbangan untuk Jepang terus mengalir. “Because we live in a same planet and came from a same God,” begitu alasan Ryo, siswa SMA Negeri 10 Malang ketika ditanya mengenai donasi untuk Jepang yang digalang oleh siswa-siswi SMA Negeri 10 Malang sendiri. Memang, peristiwa alam yang meluluhlantakkan Jepang menggugah mereka untuk melatih rasa simpati dan empatinya, agar selalu terbangun rasa sosial dan solidaritas yang dijunjung tinggi seluruh masyarakat Indonesia. Mereka percaya, bahwa dana yang meski hanya berjumlah Rp 1.494.500,00 yang diperoleh dari tiga ratus siswa setidaknya bisa membantu Jepang mengatasi bencana tsunami. Pengumpulan bantuan oleh siswa-siswi dilakukan melalui ketua dan koordinator house masing-masing . “Sedikit berbuat, banyak bermanfaat,” ujar Rizky berpendapat tentang penggalangan dana yang dilakukan di asrama, tempat mereka tinggal.
Kemarin tepatnya tanggal 22 Maret 2011 bertempat di lobi sekolah penyerahan bantuan secara simbolis telah dilaksanakan dari perwakilan siswa kepada Ibu Kepala Sekolah Dra. Niken Asih Santjojo, M.Pd yang nantinya akan dikirim langsung untuk para korban bencana, bantuan yang diberikan berupa bantuan financial yang diharapkan dapat lebih bermanfaat bagi para korban bencana tsunami di Jepang.
Mungkin untuk itulah Tuhan menurunkan berbagai macam bencana di dunia ini, agar kita, manusia, kembali lagi peduli dengan orang-orang di sekitar kita dan saling tolong menolong agar lunak hati kita yang sudah keras oleh kebencian dan sibuk untuk kepentingan diri sendiri. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari segala sesuatu yang berasal dari Tuhan. (chelebi)


Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive | Free Blogger Templates created by The Blog Templates